Ini dua kata yang paling sering bikin orang ragu sebelum memutuskan bikin website. Keduanya wajib ada, keduanya dibayar terpisah dari biaya pembuatan website, dan keduanya diperpanjang setiap tahun. Saya jelaskan pelan-pelan.

Analogi paling gampang: alamat dan bangunan

Bayangkan Anda buka toko.

  • Domain itu alamat tokonya — misalnya tokomaju.com. Fungsinya supaya orang bisa menemukan Anda tanpa perlu menghafal deretan angka.
  • Hosting itu bangunan dan raknya — tempat semua file website Anda (teks, foto produk, data pesanan) benar-benar disimpan dan dinyalakan 24 jam supaya bisa dibuka siapa saja.

Punya alamat tanpa bangunan, orang datang ke tempat kosong. Punya bangunan tanpa alamat, tidak ada yang bisa menemukan. Karena itu keduanya harus ada.

Domain: apa yang sebenarnya Anda beli

Anda tidak "membeli" domain selamanya — Anda menyewa hak pakainya per tahun. Selama diperpanjang tiap tahun, nama itu milik Anda dan tidak bisa dipakai orang lain. Kalau lupa perpanjang, domainnya bisa diambil orang lain setelah masa tenggang habis.

Akhirannya berpengaruh ke kesan dan ke harga:

AkhiranCocok untukKisaran per tahun
.comUmum, paling dikenal orangRp 150.000 – 250.000
.idBisnis Indonesia, terkesan lokal & resmiRp 200.000 – 350.000
.co.idPerusahaan berbadan hukum (wajib lampirkan akta & NPWP)Rp 250.000 – 400.000
.my.id / .biz.idAnggaran terbatas, usaha yang baru mulaiRp 15.000 – 100.000

Kisaran di atas adalah harga umum di registrar Indonesia dan bisa berubah. Hati-hati dengan promo tahun pertama yang sangat murah — harga perpanjangan tahun berikutnya biasanya jauh lebih mahal, jadi cek dulu angka perpanjangannya sebelum daftar.

Hosting: apa yang membedakan murah dan mahal

Semua hosting menyimpan file Anda. Yang membedakan adalah seberapa banyak tamu yang bisa ditampung sekaligus dan seberapa cepat halaman terbuka saat ramai.

  • Shared hosting — satu server dipakai beramai-ramai. Paling murah dan sudah cukup untuk company profile atau toko online yang pengunjungnya belum ribuan per hari.
  • VPS — jatah sumber daya sendiri yang tidak terganggu tetangga. Dipakai kalau trafik sudah besar atau Anda menjalankan sistem internal dengan banyak pengguna sekaligus.
  • Hosting statis (misalnya Vercel atau Netlify) — untuk website yang tidak butuh database. Sering gratis di tingkat dasar, dan justru paling cepat.
JenisCocok untukKisaran per tahun
Hosting statisLanding page, company profile tanpa CMSRp 0 – 500.000
Shared hostingCompany profile + blog, toko online awalRp 300.000 – 1.200.000
VPSSistem internal, toko online ramaiRp 1.200.000 – 5.000.000

Untuk sebagian besar UMKM dan perusahaan kecil, domain .com atau .id + shared hosting sudah lebih dari cukup. Pindah ke VPS itu urusan nanti, kalau memang trafiknya sudah membesar — dan itu kabar baik, bukan masalah.

Jadi, per tahun habis berapa?

Gambaran realistis untuk website perusahaan berukuran wajar:

KebutuhanIsiPer tahun
Paling hematDomain .my.id + hosting statis± Rp 100.000
Paling umumDomain .com/.id + shared hosting± Rp 700.000 – 1.500.000
Skala lebih besarDomain .co.id + VPS± Rp 2.000.000 ke atas

Biaya ini terpisah dari ongkos pembuatan website, dan itu berlaku di mana pun Anda membuat website — bukan biaya tambahan yang dikarang oleh penyedia jasa.

Kenapa dibayar ke pihak lain, bukan ke saya?

Domain dan hosting dibeli dari penyedia layanan (registrar dan perusahaan hosting), bukan dari pembuat website. Saran saya: daftarkan atas nama Anda sendiri, dengan email dan pembayaran Anda. Dengan begitu, kalau suatu saat Anda ganti developer, website dan alamatnya tetap milik Anda sepenuhnya. Saya bantu proses pendaftaran dan pemasangannya, tapi kepemilikannya tetap di tangan Anda.

Tiga kesalahan yang sering terjadi

  1. Domain didaftarkan atas nama developer. Saat pindah developer, alamat website ikut tertahan. Selalu minta akses akun registrar atas nama Anda.
  2. Lupa perpanjang. Website tiba-tiba hilang dari internet padahal isinya baik-baik saja. Aktifkan perpanjangan otomatis, atau catat tanggalnya.
  3. Beli hosting jumbo di awal. Paket mahal untuk website yang sehari cuma dikunjungi puluhan orang itu mubazir. Mulai kecil, naikkan kalau memang perlu.

Ringkasnya

Domain = alamat, dibayar per tahun, daftarkan atas nama Anda. Hosting = tempat menyimpan, dibayar per tahun, mulai dari yang paling sederhana. Keduanya di luar biaya pembuatan website, dan untuk kebanyakan bisnis totalnya sekitar Rp 700 ribu – 1,5 juta per tahun.

Kalau Anda masih bingung mana yang cocok untuk kebutuhan Anda, kirim saja pertanyaannya — saya bantu hitungkan sebelum Anda mengeluarkan uang.

Tanya soal domain & hosting