Kalau Anda mencari jasa pembuatan website, penawaran yang masuk bisa berjarak sangat jauh: ada yang Rp 500 ribu, ada yang Rp 30 juta. Wajar kalau curiga. Tulisan ini menjelaskan apa yang sebenarnya membuat angkanya berbeda.
Yang menentukan harga
- Jumlah halaman. Satu landing page jelas lebih cepat dikerjakan daripada company profile 10 halaman.
- Desain custom atau tidak. Menyusun tata letak dari nol sesuai identitas brand memakan waktu jauh lebih lama daripada mengisi template jadi.
- Ada database atau tidak. Website yang cuma menampilkan informasi jauh lebih sederhana daripada sistem yang menyimpan, menghitung, dan mengubah data.
- Panel admin. Supaya Anda bisa mengganti konten sendiri tanpa menghubungi developer, perlu dibangun halaman pengelolaan tersendiri.
- Integrasi. Payment gateway, notifikasi WhatsApp otomatis, atau sambungan ke sistem lain menambah pekerjaan dan pengujian.
- Siapa yang mengerjakan. Agensi dengan tim, kantor, dan sales punya biaya operasional yang ikut masuk ke harga. Solo developer tidak.
Kisaran harga di G-DEV
| Jenis | Isi singkat | Mulai dari |
|---|---|---|
| Landing page | 1 halaman, 4–12 section, tombol WhatsApp | Rp 500.000 |
| Company profile | 5–12 halaman, CMS & SEO dasar mulai paket Standard | Rp 1.500.000 |
| Toko online | Katalog, keranjang, checkout WhatsApp atau payment gateway | Rp 500.000 |
| Sistem internal | Modul, hak akses per peran, dashboard laporan | Rp 2.000.000 |
| Perawatan | Cadangan data, pemantauan keamanan, optimasi | Rp 200.000 / bulan |
Rincian tiap tingkatan paket ada di halaman harga. Angka “mulai dari” berarti harga untuk kebutuhan paling sederhana di jenis itu — bertambah sesuai jumlah halaman, fitur, dan integrasi.
Yang biasanya belum termasuk
Supaya tidak kaget di tengah jalan, ini pos yang umumnya di luar harga jasa:
- Domain dan hosting — sekitar Rp 700 ribu – 1,5 juta per tahun. Penjelasan lengkapnya ada di artikel domain & hosting.
- Konten — logo, teks profil, foto produk, dan data awal biasanya disediakan oleh Anda. Kalau belum ada, strukturnya bisa dibantu susun.
- Biaya pihak ketiga — payment gateway, layanan pengiriman email, atau API berbayar lain kalau memang dipakai.
Kenapa yang terlalu murah justru sering mahal
Website Rp 150 ribu biasanya template siap pakai yang diganti logo dan teksnya. Untuk kebutuhan sangat sederhana, itu sah saja. Masalahnya muncul belakangan: kode yang tidak dikuasai penjualnya susah dikembangkan, lambat dibuka, dan saat Anda minta tambah fitur jawabannya sering “harus bikin ulang dari awal”. Biaya bikin ulang itu yang akhirnya lebih besar daripada selisih di awal.
Pertanyaan yang sebaiknya Anda ajukan ke calon pembuat website:
Siapa pemilik domain dan hostingnya? Apakah saya dapat akses penuh ke kode dan database? Berapa kali revisi yang termasuk? Kalau ada bug setelah rilis, sampai kapan ditangani? Kalau nanti saya mau tambah fitur, bisa lanjut dari yang ada atau harus ulang?
Cara memperkirakan anggaran Anda sendiri
- Tentukan tujuan utamanya: sekadar tampil profesional, mendatangkan calon klien dari Google, atau merapikan operasional internal.
- Tulis daftar halaman dan fitur yang benar-benar dibutuhkan sekarang — bukan yang “mungkin nanti”.
- Sisihkan biaya tahunan domain dan hosting di luar biaya pembuatan.
- Sisakan ruang untuk pengembangan bertahap. Website yang baik tumbuh, bukan sekali jadi lalu ditinggalkan.
Kalau daftar kebutuhan Anda sudah ada, kirimkan saja — saya bantu perkirakan angkanya dan jujur kalau ternyata kebutuhan Anda bisa diselesaikan dengan paket yang lebih murah.